BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias mengungkapkan bahwa Pesona Tambun Bungai dan Festival Lewu Palangka yang digelar dalam rangka HUT ke-68 Kota Palangka Raya menjadi momentum penting dalam mengangkat potensi perekonomian lokal serta mendapatkan akses permodalan.
Kehadiran BI dalam kegiatan ini sejalan dengan upaya memperkuat peran pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
“Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas pasar dan mendapatkan akses permodalan,” ujarnya saat temu media, Senin 14 Juli 2025.
Yuliansah menambahkan, BI terus berkomitmen mendukung pertumbuhan UMKM melalui berbagai program pemberdayaan, edukasi keuangan, serta fasilitasi akses ke lembaga pembiayaan.
Festival ini juga menjadi sarana strategis untuk mempromosikan produk lokal unggulan kepada masyarakat luas.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, BI, dan pelaku usaha, diharapkan geliat ekonomi lokal semakin kuat dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
"Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi pelaku UMKM lokal untuk memperluas pasar dan mendapatkan akses permodalan,” ujar Yuliansah.
Ia menambahkan bahwa BI berkomitmen untuk terus memperkuat peran UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Selama festival berlangsung, BI turut memfasilitasi pelaku usaha dengan berbagai program edukasi keuangan, pameran produk lokal, hingga penghubung akses ke lembaga pembiayaan dan perbankan.
"Upaya ini bertujuan untuk mempercepat inklusi keuangan dan meningkatkan kapasitas usaha kecil dan menengah agar lebih tangguh dan kompetitif," tambahnya.
Festival ini ujarnya juga menjadi wujud sinergi antara pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan dunia usaha, dalam mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal. (MARINI/R)









