SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kotawaringin Timur (Kotim) mencatat sebanyak 11 kejadian kecelakaan lalu lintas selama bulan Juni 2025. Dari total insiden tersebut, tiga orang meninggal dunia dan 16 orang lainnya mengalami luka ringan. Kerugian materi ditaksir mencapai sekitar Rp52 juta.

“Jumlah kejadian laka lantas selama bulan Juni sebanyak 11 kasus. Korban meninggal dunia ada tiga orang dan 16 lainnya mengalami luka ringan,” kata Kasat Lantas Polres Kotim, AKP Haryanto, Senin, 14 Juli 2025.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas kecelakaan disebabkan oleh kelalaian pengendara, seperti tidak menggunakan helm, melanggar rambu lalu lintas, berkendara dalam kondisi mengantuk, hingga tidak sabar saat hendak mendahului kendaraan lain.

“Masyarakat masih rendah kesadarannya terhadap aturan lalu lintas. Banyak yang memaksakan diri untuk mendahului tanpa memperhatikan situasi di depan, sehingga berujung pada kecelakaan,” ujarnya.

Sejumlah titik rawan kecelakaan tercatat berada di jalur-jalur padat kendaraan, antara lain Jalan Tjilik Riwut, wilayah Kota Besi, dan Kecamatan Cempaga Hulu.

Untuk menekan angka kecelakaan, Satlantas Polres Kotim terus melakukan langkah-langkah preventif dan edukatif. Kegiatan tersebut meliputi patroli rutin, razia kelengkapan kendaraan, serta sosialisasi keselamatan berkendara ke sekolah-sekolah, komunitas ojek, dan masyarakat umum.

Selain itu, Satlantas juga memasang papan imbauan di ruas-ruas jalan strategis seperti Jalan Tjilik Riwut, Jenderal Sudirman, dan HM Arsyad guna mengingatkan pengguna jalan agar lebih berhati-hati.

“Kami aktif memberikan edukasi langsung ke lapangan. Harapannya, para pengendara makin sadar akan pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas,” tambah Haryanto.

Ia mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm dan sabuk pengaman, serta tidak menggunakan ponsel saat mengemudi.

“Kecelakaan bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga berdampak pada keluarga dan pengguna jalan lain. Mari kita ciptakan budaya tertib berlalu lintas bersama,” tutupnya.  (Ari)