SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Angga Aditya Nugraha, mendesak perusahaan besar yang beroperasi di wilayah Kotim agar memberikan kesempatan lebih luas kepada pengusaha lokal untuk terlibat dalam proyek infrastruktur.

Ia menilai, selama ini keterlibatan kontraktor lokal masih sangat minim dalam pelaksanaan proyek yang dijalankan oleh pihak swasta berskala besar.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, Kabupaten Kotim adalah salah satu daerah yang kaya akan sumber daya alam, baik di sektor perkebunan, pertambangan, pertanian, hingga pariwisata. Kondisi ini menjadikan Kotim sebagai magnet bagi para pengusaha besar dan perusahaan multinasional,” terang Angga, Senin, 14 Juli 2025.

Namun, menurutnya, geliat investasi tersebut belum sepenuhnya berdampak pada penguatan ekonomi lokal karena kontraktor dan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) daerah belum banyak dilibatkan dalam proyek infrastruktur yang digarap perusahaan besar.

“Kami dari Fraksi PDI Perjuangan mengimbau agar para pengusaha besar, khususnya yang bergerak di bidang pengembangan infrastruktur, memberikan ruang bagi pengusaha kontraktor lokal untuk ikut serta, minimal melalui sistem lelang terbuka yang adil,” tegasnya.

Angga menilai, jika kontraktor lokal hanya bergantung pada proyek pemerintah daerah tanpa akses ke proyek swasta, maka perkembangan usaha mereka akan stagnan, bahkan berisiko tersingkir dari persaingan.

“Dengan membuka akses proyek swasta kepada kontraktor lokal, maka akan tercipta pemerataan kerja dan ekonomi. Selain itu, pengusaha daerah kita juga akan tumbuh lebih mandiri dan berdaya saing,” lanjutnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah agar turut aktif menjembatani kemitraan yang sehat antara perusahaan besar dan pengusaha lokal, serta melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyek agar tidak hanya dikuasai pihak luar.

“Perusahaan besar tidak boleh hanya mengambil untung dari kekayaan Kotim, tapi juga harus ikut serta membangun dan memberdayakan masyarakat daerah ini, salah satunya lewat kemitraan dengan pelaku usaha lokal,” pungkasnya.  (Ari)