BORNEONEWS, Palangka Raya — Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Yudhi Karlianto Manan, menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap dampak perubahan iklim yang semakin dirasakan masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian dan distribusi pangan.
Menurut Yudhi, perubahan cuaca yang tidak menentu, seperti musim tanam yang terganggu dan meningkatnya ancaman bencana alam seperti banjir maupun kekeringan, berdampak langsung pada produktivitas petani dan kelancaran rantai pasok pangan.
"Kondisi iklim saat ini memberikan tantangan serius, terutama bagi petani kita di Palangka Raya. Tanaman gagal panen, dan distribusi hasil panen juga terganggu karena akses jalan yang rusak akibat cuaca ekstrem," ujar Yudhi, Senin, 14 Juli 2025.
Ia mendorong pemerintah kota dan dinas terkait untuk segera menyusun langkah antisipatif, seperti pemberdayaan petani dengan teknologi adaptif, penguatan infrastruktur distribusi, serta ketersediaan cadangan pangan yang memadai.
Lebih lanjut, Yudhi juga mengajak masyarakat untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan sebagai salah satu upaya mengurangi dampak perubahan iklim jangka panjang.
"Perlu kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Ketahanan pangan hanya bisa dicapai bila lingkungan kita juga terlindungi," tambahnya. (MARINI/j)









