BORNEONEWS, Palangka Raya - Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) melibatkan sebanyak 480 personel gabungan dalam Operasi Patuh Telabang 2025 sebagai upaya membangun kesadaran tertib berlalu lintas di tengah masyarakat.
"Dalam operasi ini kami melibatkan sebanyak 480 personel gabungan, terdiri dari 410 personel Polri dan 70 personel dari instansi terkait," kata Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan di Palangka Raya, Senin, 14 Juli 2025.
480 personel tersebut disebar di sejumlah titik rawan kecelakaan atau kawasan padat, untuk menemukan adanya pelanggaran dari para pengendara.
"Dalam operasi kali ini, kami mengedepankan upaya edukatif dan persuasif serta humanis, didukung dengan penindakan hukum menggunakan tilang manual maupun secara elektronik (ETLE)," ujarnya.
Operasi ini resmi dimulai pada 14-27 Juli 2025. Operasi ini juga dilakukan, mengingat adanya peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas di 2025 ini sebanyak dua kejadian atau naik 0,37 persen.
Iwan menjelaskan, pada Januari-Juni 2025, pihaknya mencatat terdapat 539 kecelakaan lalu lintas, dengan korban luka ringan sebanyak 621 orang, luka berat sebanyak 89 orang dan korban meninggal dunia sebanyak 123 orang.
"Sedangkan di Januari-Juni 2024 lalu, terjadi 537 kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan korban luka ringan sebanyak 673 orang, luka berat sebanyak 41 orang dan korban meninggal dunia 165 orang," ucapnya.
Dia menyampaikan, dalam operasi ini pihaknya menyasar pada tujuh sasaran prioritas jenis pelanggaran yang akan dilakukan penindakan, yaitu kendaraan berpotensi menyebabkan kecelakaan baik itu roda dua maupun roda empat.
Pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm SNI, pengemudi R4 tidak menggunakan sabuk pengaman, dan bermain gawai saat berkendara.
"Kemudian untuk pengendara di bawah umur, pengendara dalam pengaruh alkohol, berboncengan lebih dari satu orang, dan melawan arus, juga akan diberikan tindakan sesuai jenis pelanggarannya," tuturnya.
Iwan juga menegaskan, bagi masyarakat yang melakukan pelanggaran tentu akan dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.
Untuk itu ia meminta kepada warga agar memastikan kelengkapan dan kelayakan kendaraan yang akan digunakan dalam beraktivitas sehari-hari.
"Diharapkan dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas, sesuai dengan tema yang diangkat dalam operasi Patuh Telabang tahun ini, yakni 'Tertib Berlalu Lintas Demi Terwujudnya Indonesia Emas'," demikian Iwan.









