BORNEONEWS, Kotawaringin Barat - Waspada praktik curang kasir Hypermart Pangkalan Bun. Seorang warga Kelurahan Raja, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, sebut saja Talia mengeluhkan ketidaknyamanannya saat berbelanja di Hypermart, supermarket terbesar di Pangkalan Bun. Padal 15 Oktober 2016 ia bersama suami berbelanja ke Hypermart. Setelah itu ia menuju kasir untuk membayar, tanpa mengecek, nota belanjaan langsung ia masukan dalam tas.

Beruntungnya ia tidak segera pulang ke rumah namun masih berada di areal Hypermart. Ia pun iseng-iseng mengecek nota apakah sudah sesuai dengan barang belanjaannya. Hal itu dilakukannya karena ia teringat kejadian serupa yang dialami kawannya yang belanja di salah satu supermarket, ada barang yang tidak dibeli ada terselip di dalam nota pembayaran.

"Setelah saya cek ehhh ada satu barang saya yang tidak masuk di nota yaitu wortel harga Rp8 ribu dan berganti dengan produk lain yaitu sexy dream 15x15 C dengan harga Rp47 ribu tapi anehnya wortelnya ada dalam tas belanjaan saya," kata Talia kepada Borneonews.

Talia segera melakukan komplain dan mendatangi bagian informasi dan Talia menjelaskan panjang lebar sementara pihak Hypermart hanya menjawab dengan singkat. "Saya sudah panjang lebar menjelaskan dan menanyakan kenapa produk saya berganti barang lain mereka hanya jawab maaf ibu hanya kesalahan sistem," kata Talia menirukan ucapan bagian informasi.

Ia merasa aneh dengan peralatan secanggih itu kenapa bisa terjadi kesalahan sistem dan yang lebih aneh adalah kenapa sensor untuk produk wortel tidak berbunyi saat barang dibawa melewati kasir. Padahal di dalam struk nama wortel tidak ada artinya wortel yang berada di dalam tas belum di scan sensor.

"Ini jelas merugikan saya, ada selisih tiga puluh ribuan lebih antara harga wortel dan sexy dream, saya engga ngerti apa motivasinya kasir itu dan kenapa sensor kok engga bunyi,"kata Talia.

Kemudian pihak Hypermart segera melakukan pengecekan barang-barang di nota dan dicocokan dengan barang belanjaan Talia. Dan pihak Hypermart mengatakan memang benar produk wortel tidak masuk dalam struk. 

" Alhasil uang saya dikembalikan dikurangi harga wortel yang tertera pada nota, itu baru benar tertera carrots import kg 8.655 dalam struk yang baru," ungkap Talia.

Sementara itu LUSS Prevention Manager Hypermart Pangkalan Bun, Rizki Oktofian mengatakan, ia belum bisa mengatakan apa-apa terkait keluhan yang dialami salah satu pelanggan Hypermart  karena untuk mengetahui akar permasalahannya maka ia harus melihat struk belanjaan tersebut terlebih dahulu.

Namun ia sudah menanyakan kasus ini kepada karyawan di Hypermart dan tidak ada komplain dari customer terkait hal itu. Ia menduga bahwa produk wortel tersebut tidak terscan dan muncul produk lain. "Saya harus melihat struknya terlebih dahulu baru bisa memberikan penjelasan, namun sudah saya tanyakan kepada karyawan tidak ada yang komplain terkait hal itu," kata Rizki, Selasa (25/10/2016).

Bahkan ia menyarankan agar yang bersangkutan datang ke Hypermart dengan membawa struk belanjaannya agar mereka dapat mengambil tindakan terkait hal itu. Setidaknya dari struk tersebut mereka bisa mengetahui apakah kasir tersebut baru atau sudah lama bekerja.

Ia juga menegaskan bahwa ia akan melihat kembali melalui cctv dan akan memanggil yang bersangkutan untuk mengetahui maksud dan tujuan yang sebenarnya. "Kalau yang bersangkutan terbukti melakukan kecurangan maka kami juga tidak segan menyerahkan kepada pihak yang berwajib," ujar Rizki. (KOKO SULISTYO/N).