BORNEONEWS, Palangka Raya — Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Khemal Nasery, mendorong agar masyarakat, khususnya di tingkat kelurahan, diberikan pelatihan untuk mengolah ikan menjadi berbagai produk makanan bernilai ekonomi.
Menurutnya, potensi sumber daya perikanan di Palangka Raya sangat besar dan perlu dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan pendapatan keluarga.
“Masyarakat harus dilatih sejak dari kelurahan untuk mampu mengolah ikan menjadi aneka produk, seperti abon, kerupuk, nugget, hingga makanan ringan lainnya. Ini bisa menjadi peluang usaha sekaligus upaya menekan angka pengangguran,” ujar Khemal, Senin 14 Juli 2025.
Ia menambahkan bahwa program pelatihan olahan ikan tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga harus dibarengi dengan pendampingan usaha, pemasaran produk, dan akses permodalan agar masyarakat bisa benar-benar mandiri secara ekonomi.
Khemal juga menilai, pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal seperti ikan air tawar harus menjadi bagian dari kebijakan pembangunan daerah, terutama di wilayah yang memiliki sumber daya perikanan melimpah namun belum tergarap maksimal.
--page
“Ini bukan hanya soal mengolah ikan, tapi membangun ekosistem ekonomi rumah tangga yang mandiri dan berkelanjutan,” tambahnya. (MARINI/y)









