SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebuah insiden memilukan nyaris mengancam keselamatan seorang pengendara motor ojek online (ojol) di Kota Sampit.

Kejadian tersebut terjadi di Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Saat sedang berkendara seperti biasa, leher pengemudi ojol itu tiba-tiba tersayat benang layangan yang membentang di jalan.

“Kejadiannya Sabtu, 12 Juli 2025 pengendara ojol nabrak benang saat melintas dan terjadi kecelakaan. Luka pada bagian leher, untung lukanya tidak parah," kata Rudi, Senin, 14 Juli 2025.

Kecelakaan itu kontan mengundang perhatian pengguna jalan lainnya yang langsung berhenti dan memberikan pertolongan. 

Layang-layang memang sebuah permainan, namun jika tidak diawasi, hal ini bisa berubah menjadi ancaman. Di sekitar lokasi kejadian, anak-anak kerap bermain layangan di halaman Masjid Nurul Iman Al Juhari, yang letaknya tidak jauh dari jalan raya.

Warga sekitar menyebut kejadian ini menjadi peringatan nyata akan bahaya benang gelasan, benang tajam yang sering digunakan dalam permainan layangan. Benang tersebut cukup tipis dan tak terlihat jika berada di jalanan.

"Jujur, kami sangat khawatir. Aktivitas seperti ini sering terlihat di depan Masjid Nurul Iman. Banyak jemaah yang lalu lalang dan anak-anak main layangan di situ. Sangat berisiko," ujar Rudi.

Menurutnya, benang gelasan yang digunakan anak-anak kerap terlepas dan melayang hingga ke badan jalan. Saat kendaraan melintas, terutama sepeda motor, pengendara bisa tak sempat menghindar. Jika mengenai bagian vital seperti leher, akibatnya bisa fatal.

Warga berharap para orang tua lebih waspada terhadap anak-anaknya saat bermain, terutama saat membawa permainan ke area terbuka yang berdekatan dengan jalan umum. Pemilihan benang yang aman juga menjadi opsi agar mengurangi ancaman saat bermain layang-layang.

Insiden ini bukan yang pertama kali terjadi. Yang terbaru, kejadian serupa menimpa seorang perempuan yang melintas di belakang Masjid Al Kamal Sampit. Tiba-tiba lehernya terkena benang layang-layang pada Senin, 14 Juli 2025.

Dalam beberapa tahun terakhir, benang layangan menjadi penyebab sejumlah kecelakaan ringan hingga berat di berbagai daerah, terutama di musim kemarau saat angin kencang dan permainan layangan sedang marak.

Warga meminta aparat dan pemerintah daerah lebih aktif melakukan sosialisasi serta patroli, terutama saat sore hari ketika anak-anak ramai bermain layangan. (DEWI PATMALASARI/H)