BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim SAR Gabungan telah menghentikan pencarian terhadap satu korban kecelakaan kapal di Sungai Barito, Kalimantan Tengah, setelah tujuh hari upaya pencarian intensif.
Korban, Rustam (49), diduga tenggelam akibat tabrakan antara kapal motor dan kapal tongkang. Meskipun dua korban lainnya telah ditemukan dan dievakuasi, Rustam hingga kini belum ditemukan.
Kendala utama dalam pencarian adalah arus sungai yang deras dan air yang sangat keruh, yang menyulitkan penyelaman. Selain itu, lokasi kecelakaan merupakan area blank spot, sehingga komunikasi tim SAR terhambat.
Tim SAR Gabungan telah melakukan evaluasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk keluarga korban dan agen kapal.
"Berdasarkan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan, Operasi SAR resmi dihentikan pada hari ketujuh," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palangka Raya, A.A Alit Supartana, Selasa, 15 Juli 2025.
Alit menyatakan bahwa pemantauan terhadap tanda-tanda keberadaan korban akan tetap dilakukan. Operasi SAR dapat dilanjutkan kembali jika ada indikasi baru.
Selama tujuh hari pencarian, Tim SAR Gabungan melibatkan personel dari berbagai instansi, termasuk Tim Rescue Kantor SAR Palangka Raya, BPBD Kabupaten Barito Utara, Ditpolair Polda Kalteng, Satpolair Polres Barito Utara, Polsek Teweh Tengah, Koramil Teweh Tengah, Dishub Muara Teweh, serta keluarga dan masyarakat sekitar. Upaya maksimal telah dilakukan, namun kondisi sungai yang sulit menjadi tantangan besar.
Maulana, Kasi Operasi dan Siaga Kantor SAR Palangka Raya, menyampaikan rasa terima kasih atas kerja keras seluruh tim. Ia berharap korban segera ditemukan dan upaya pencarian yang telah dilakukan mendapat nilai ibadah.
Dengan dihentikannya Operasi SAR, seluruh unsur yang terlibat kembali ke kesatuannya masing-masing.
Meskipun operasi pencarian telah dihentikan, harapan untuk menemukan Rustam tetap ada. Pemantauan akan terus dilakukan, dan jika ada tanda-tanda baru, pencarian akan dilanjutkan kembali.
"Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan pelayaran di Sungai Barito dan perlunya upaya pencegahan kecelakaan serupa di masa mendatang," pungkasnya. (PATHUR/H)









