BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Dapil III Zainuddin menyoroti rentetan kebakaran yang terjadi di wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan. Dalam beberapa waktu terakhir, tercatat sudah empat kali kebakaran melanda kawasan ini, masing-masing di Kelurahan Samuda Kota, Kelurahan Jaya Kelapa, dan Desa Bapanggang Raya.
“Kejadian kebakaran ini sangat memprihatinkan. Tidak ada satu pun barang yang tersisa, semuanya habis dilalap api. Bahkan ada rumah yang terbakar saat penghuninya sedang tidak di tempat,” kata Zainuddin, Selasa, 15 Juli 2025.
Ia menjelaskan, kebakaran terakhir terjadi di Desa Handil Sohor sekitar pukul 20.00 malam. Rumah yang terbakar ditinggal pemiliknya yang sedang bekerja di Kelurahan Tanah Mas, sementara istrinya sedang mengunjungi keluarga. Warga sekitar pun tak sempat menyelamatkan barang apa pun, termasuk satu unit mobil yang ikut terbakar karena tidak bisa dipindahkan.
Zainuddin menduga, penyebab kebakaran kemungkinan besar akibat korsleting listrik dari instalasi rumah yang sudah tua. Menurutnya, sebagian besar instalasi kabel listrik di kawasan Samuda sudah berusia lebih dari 30 tahun dan belum pernah diperbarui.
“Umur kabel-kabel di rumah warga sudah sangat tua, bahkan ada yang lebih dari 20 sampai 30 tahun. Kabel yang sudah aus dan keras bisa menimbulkan percikan api, dan ini bisa menjadi pemicu kebakaran,” imbuhnya.
Lanjutnya, dulu banyak instalasi listrik rumah yang belum menggunakan pelindung seperti pipa paralon. Akibatnya, jika terjadi kerusakan atau gigitan tikus, kabel mudah terkelupas dan memicu korsleting.
Politikus dari Dapil III tersebut mengimbau masyarakat untuk mulai memeriksa kembali kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. Terutama kabel-kabel yang sudah berumur tua agar diganti dengan standar kabel yang sesuai.
Zainuddin juga meminta perhatian dari pihak PLN untuk memberikan sosialisasi rutin terkait keselamatan listrik rumah tangga, serta pentingnya mengganti instalasi lama yang sudah tidak layak.
“Saya harap PLN bisa turun langsung memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya instalasi listrik tua. Jangan sampai karena kelalaian, seluruh perjuangan hidup masyarakat selama bertahun-tahun habis begitu saja karena kebakaran,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)









