BORNEONEWS, Sampit – Kebakaran terjadi di PLTD Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Selasa, 15 Juli 2025. Insiden tersebut menyebabkan 10 box panel hangus terbakar.
Meski tidak ada korban jiwa, kebakaran ini mengundang perhatian lantaran penyebabnya berasal dari korsleting kabel listrik di bawah.
Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kotim, Ati Marahini mengungkapkan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 10.20 WIB dan langsung bergerak cepat ke lokasi.
“Kami Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kotim sekarang sudah selesai menangani kejadian kebakaran di PLTD Baamang. Laporan itu masuk sekitar jam 10.20, kami segera bergerak pukul 10.26 WIB kami sudah berada di sini,” ujarnya.
Api berasal dari bagian bawah dan tidak terlihat secara langsung, hanya ditandai dengan asap hitam tebal yang mengandung gas beracun.
Kondisi ini menyebabkan petugas harus menggunakan alat bantu pernapasan SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus) untuk bisa masuk ke lokasi.
“Ternyata api itu berasal dari bawah. Jadi ada 10 box panel yang terbakar itu. Sebelumnya mereka (petugas PLN) sudah menangani dengan APAR yang mereka punya. Tapi keterbatasan alat itu sehingga memanggil damkar,” kata Ati.
Akhirnya api berhasil dijinakkan setelah Damkar Kotim menurunkan tiga unit mobil pemadam, dibantu oleh sejumlah relawan, PMI, dan BPBD.
“Syukur bisa ditangani dengan cepat. Ini sudah pendinginan dan memang kami tetap standby satu regu dengan satu unit dan yang lainnya kembali ke tempat,” imbuhnya.
Sumber api dipastikan berasal dari korsleting listrik kabel bawah. “Jadi ini konsleting listrik kabel di bawah, apinya tidak terlihat kita, tapi hanya asap hitam. Tapi syukur bisa kita tangani,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/R)









