BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Widodo menyatakan komitmennya untuk mengawal pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan pemerintah kota.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan upaya pengurangan angka kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Komisi III DPRD Kota Palangka Raya akan secara aktif mendukung dan mengawasi pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan. Sigit Widodo menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan tidak ada warga yang tertinggal, khususnya di daerah pinggiran atau pelosok kota.
Sigit Widodo mengakui bahwa kesenjangan pembangunan antara wilayah perkotaan dan pedesaan masih menjadi tantangan besar.
"Oleh karena itu, Pemerintah Kota Palangka Raya perlu meningkatkan sinergi antar instansi dan lembaga untuk menciptakan peluang bagi masyarakat miskin," katanya, Rabu, 16 Juli 2025.
Program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan menjadi fokus utama dalam upaya penanggulangan kemiskinan. Hal ini meliputi program perlindungan sosial yang inklusif serta pemberdayaan masyarakat melalui berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.
Sigit berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dapat menciptakan kesejahteraan yang lebih merata di Kota Palangka Raya. Tujuannya adalah agar tidak ada satu pun warga yang merasa tertinggal dan semua dapat menikmati hasil pembangunan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Palangka Raya tercatat sebesar 3,52 persen, atau sekitar 10.700 jiwa.
"Meskipun angka ini menempatkan Palangka Raya sebagai kota dengan persentase kemiskinan terendah kedua di Kalimantan Tengah, DPRD tetap berkomitmen untuk terus berupaya menekan angka tersebut hingga seminimal mungkin," pungkasnya. (PATHUR/R)









