SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) akan membawa persoalan median jalan rawan kecelakaan ke dalam pembahasan Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Salah satu titik yang menjadi sorotan adalah U-turn di Jalan Teratai 4, Jalan HM Arsyad, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, yang kerap menjadi lokasi kecelakaan.

Warga setempat mengeluhkan U-turn tersebut karena dalam satu bulan terakhir telah terjadi empat kali kecelakaan di lokasi itu. Mereka mendesak agar akses tersebut segera ditutup atau direlokasi demi keselamatan pengguna jalan.

Menanggapi hal ini, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah, memastikan bahwa persoalan tersebut tidak akan diabaikan dan akan dibahas secara menyeluruh.

"Untuk median jalan ataupun jalan yang sering dikeluhkan warga, kemarin hasil kesepakatan kami di Polres bahwa ini akan kami bawa ke forum LLAJ, karena di Kotim ini ada forum lalu lintas angkutan jalan. Jadi nanti dalam waktu dekat akan kami kaji bersama dengan OPD terkait dan 5 pilar tersebut, apakah itu ditutup atau dipindah bukaan di tengah itu," kata Raihansyah, Rabu, 16 Juli 2025.

Forum LLAJ akan melibatkan berbagai unsur, termasuk Polres, Dishub, Dinas Kesehatan, PUPR, Bapperida. Kajian teknis akan menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan.

"Jadi tidak serta-merta kita harus menutup, tapi ada sebuah kajian dari lalu lintas angkutan jalan. Kalaupun dipindah, nanti hasilnya setelah rapat untuk penempatan lokasinya dipindah ke mana. Apakah cari titik yang memang tidak rawan kecelakaan," ujarnya.

Selain itu, Dishub Kotim juga akan menindaklanjuti sejumlah catatan lain yang berkaitan dengan keselamatan lalu lintas. Salah satunya adalah pembersihan pohon yang menutupi rambu lalu lintas dan penerangan jalan umum (PJU) yang dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kecelakaan.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Kotim bersama unsur 5 pilar untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas, terutama di jalur-jalur padat. (DEWI PATMALASARI/j)