BORNEO NEWS, Sampit – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Marjuki mengungkapkan Sampit masih memerlukan tambahan depo sampah khususnya di Kecamatan Baamang.
"Di Baamang itu cuma ada satu depo sampah, yaitu di dekat SMP 3. Kita perlu menambah setidaknya dua lagi depo di Baamang untuk memudahkan masyarakat membuang sampah," ungkapnya, Kamis, 17 Juli 2025.
Kondisi satu depo sampah yang ada di Baamang kerap penuh dan memicu keluhan warga karena sampah terlambat diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di km 14 Jalan Jenderal Sudirman.
Situasi itu bahkan sempat memunculkan usulan penutupan depo sampah. Namun, Marjuki menolak usulan tersebut karena dikhawatirkan akan menyebabkan pembuangan sampah sembarangan dan mencemari lingkungan.
"Tidak sependapat jika depo ditutup karena justru bisa menimbulkan masalah baru karena tidak ada lagi tempat membuang sampah sehingga dikhawatirkan ada yang membuang sampah sembarangan atau ke sungai dan menimbulkan masalah baru," tegasnya.
Sebagai solusi jangka pendek, DLH Kotim meningkatkan pengawasan dan optimalisasi armada pengangkut sampah. Empat depo sampah di Sampit telah dilengkapi CCTV untuk memantau aktivitas pembuangan sampah secara real-time.
"Sekarang, pengawas pun kami arahkan absen dan stan by di depo sampah, bukan di kantor DLH. Dengan begitu mereka bisa melakukan pengawasan langsung di lapangan," jelas Marjuki.
Meskipun terkendala keterbatasan anggaran, Marjuki berharap penambahan depo sampah di Baamang dapat direalisasikan secara bertahap. Saat ini, upaya yang dilakukan adalah memaksimalkan depo sampah dan armada yang ada, serta meningkatkan koordinasi dengan petugas pengangkut sampah swadaya.
"Untuk saat ini kita maksimalkan depo sampah yang ada dan personel yang ada. Kita juga melakukan pemilihan sehingga sampah yang harus diangkut dan dibuang ke TPA semakin berkurang. Koordinasi dengan kawan-kawan pengangkut sampah swadaya juga dilakukan sehingga pengangkutan sampah lebih efektif," pungkas Marjuki. (DEVIANA/H)









