BORNEONEWS, Palangka Raya - Petugas Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Palangka Raya berhasil menggagalkan upaya penyelundupan satu unit handphone ke dalam rutan.
Handphone tersebut ditemukan tersembunyi di dalam makanan titipan untuk salah satu warga binaan, saat petugas melakukan pemeriksaan rutin.
Kepala Rutan Palangka Raya, Wayan Arya Budiartawan, menjelaskan bahwa kecurigaan petugas muncul dari kondisi wadah makanan yang tampak mencurigakan.
Setelah diperiksa lebih lanjut, ditemukan sebuah handphone lengkap dengan chargernya yang dibungkus rapi dan disembunyikan di dalam makanan.
"Saya mengapresiasi kesigapan dan ketelitian petugas yang berhasil menggagalkan upaya penyelundupan tersebut, barang bukti berupa handphone dan charger telah diamankan pihak Rutan," ungkapnya, Kamis, 17 Juli 2025.
Pelaku yang diduga sebagai penyelundup saat ini sedang dalam pengawasan dan akan diproses lebih lanjut sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku.
Kronologis kejadian telah dicatat secara resmi sebagai bagian dari dokumentasi dan evaluasi internal Rutan Palangka Raya.
Sementara itu Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan, Thri Wicaksono, menyatakan bahwa kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pengawasan terhadap barang titipan.
Pihaknya berencana untuk memperketat pemeriksaan, baik secara manual maupun dengan memanfaatkan alat bantu deteksi. Tidak ada toleransi untuk segala bentuk upaya penyelundupan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam rutan.
Thri Wicaksono menekankan pentingnya kewaspadaan petugas mengingat berbagai modus penyelundupan dapat terjadi kapan saja.
Ia juga mengingatkan masyarakat, khususnya pengunjung warga binaan, untuk mematuhi aturan yang berlaku dan tidak mencoba melanggar ketentuan yang telah ditetapkan.
Kerja sama dan kepatuhan dari semua pihak sangat penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan.
Sinergi antara petugas rutan dan masyarakat dianggap krusial dalam menciptakan lingkungan rutan yang aman dan kondusif.
Rutan bukan hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga harus terbebas dari gangguan keamanan yang dapat menghambat proses pembinaan warga binaan.
"Kami selaku pihak Rutan berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Rutan Kelas IIA Palangka Raya," pungkasnya. (PATHUR/R)









