BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan kesiapan untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah pusat. Salah satu strategi utama adalah melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi desa sebagai pemasok kebutuhan pangan berkualitas.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kotim, Raihansyah, mengungkapkan bahwa meskipun belum ada aturan tertulis dari pemerintah pusat, arahan lisan sudah diberikan oleh Kementerian Desa terkait pelibatan BUMDes dalam program tersebut.
“Memang belum ada regulasi resmi, tetapi Menteri Desa sudah menyampaikan secara lisan bahwa BUMDes akan berperan sebagai pemasok dalam program Makan Bergizi Gratis,” kata Raihansyah, Kamis, 17 Juli 2025.
DPMD Kotim pun telah mengambil langkah proaktif dengan memperkuat kelembagaan ekonomi desa. Salah satunya melalui pembentukan Koperasi Merah Putih di seluruh desa sebagai mitra strategis BUMDes.
Menurut Raihansyah, seluruh desa di Kotim telah melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdessus) sebagai dasar pembentukan koperasi tersebut.
“Alhamdulillah, 100 persen desa sudah menyelesaikan Musdessus. Seluruh berita acara juga telah kami serahkan ke notaris untuk proses lebih lanjut,” jelasnya.
Beberapa desa bahkan telah menyelesaikan penerbitan akta notaris, yang menjadi landasan hukum operasional koperasi. Hal ini dianggap sebagai modal penting untuk terlibat aktif dalam mendukung program-program strategis, khususnya dalam penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat rentan.
Raihansyah menegaskan, pihaknya akan terus mendorong penguatan kapasitas BUMDes agar memiliki daya saing dalam pengembangan ekonomi lokal, sekaligus berkontribusi dalam menyukseskan program MBG.
“Kami ingin BUMDes tidak hanya terlibat dalam program ini, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi desa secara keseluruhan,” tutupnya. (ARI)









