SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara — Wakil Bupati Sukamara, Nur Efendi, menegaskan bahwa kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak hanya diukur dari kehadiran semata, tetapi juga dari kinerja nyata, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab dalam pelayanan publik.

Pernyataan itu disampaikan Nur Efendi saat memimpin apel peringatan Hari Kesadaran Nasional di halaman Kantor Bupati Sukamara, Kamis, 17 Juli 2025. 

“Saya minta seluruh kepala OPD lebih serius dalam melakukan pembinaan, pengawasan, dan penilaian terhadap pegawainya. Kita ingin meminimalisir berbagai bentuk pelanggaran disiplin yang dilakukan ASN,” tegasnya.

Menurutnya, Hari Kesadaran Nasional yang diperingati setiap tanggal 17 memiliki makna strategis dalam membangun etos kerja dan semangat pengabdian ASN kepada bangsa dan negara. Kegiatan ini, lanjutnya, menjadi pengingat penting bagi seluruh ASN akan tanggung jawab moral dan profesional dalam menjalankan tugas negara. 

“Pelaksanaan upacara ini menjadi cermin komitmen ASN terhadap tugas yang diemban. Disiplin bukan sekadar hadir tepat waktu, tapi juga bagaimana kita menjalankan amanah dengan baik dan profesional,” ujar Nur Efendi.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi pemerintahan sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia dan kedisiplinan yang tinggi. Tanpa disiplin, mutu pelayanan publik akan sulit ditingkatkan. 

“Disiplin adalah modal dasar seorang ASN. Karena tugas kita menyangkut pelayanan kepada masyarakat, maka kedisiplinan dan tanggung jawab harus berjalan beriringan,” tambahnya.

Nur Efendi berharap, peringatan Hari Kesadaran Nasional tidak hanya menjadi seremonial belaka, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen ASN dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih, responsif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal. (Fah)