BORNEONEWS, Sampit – Gelaran Sampit Trade Festival 2025 yang digelar pekan lalu di jantung kota Sampit sukses menjadi magnet ekonomi baru bagi pelaku UMKM dan masyarakat. Dalam sepekan pelaksanaan, kegiatan ini mampu mencatat perputaran uang yang fantastis hingga mencapai Rp3,5 miliar, menjadikannya salah satu event lokal yang paling berdampak bagi perekonomian akar rumput.
Rahmadnoor, selaku penyelenggara kegiatan, menyampaikan bahwa event ini sejatinya bertujuan menghidupkan kembali semangat ekonomi kerakyatan, dan hasilnya jauh melebihi ekspektasi.
“Kita sukses melaksanakan event Sampit Trade Festival pekan lalu yang mana semangat dari kegiatan ini sejatinya untuk menumbuhkan perekonomian di akar rumput, dan itu terbukti dengan perputaran uang yang cukup besar selama kegiatan berlangsung,” ujar ria yang akrab disapa Rahmad Kotim, Kamis 17 Juli 2025.
Festival tersebut diramaikan lebih dari 70 pelaku usaha, terdiri atas 40 pedagang lokal dan 30 pedagang dari luar daerah, seperti Banjarmasin, Banjarbaru, Palangka Raya, Seruyan, hingga Kalimantan Timur. Dari stand UMKM hingga pedagang kaki lima, omzet harian berkisar antara Rp2 juta hingga Rp8 juta per malam.
“Para pedagang sangat merasakan dampaknya. Bahkan tukang parkir pun ikut merasakan berkah dari ramainya pengunjung,” tambahnya.
Lanjutnya, kesuksesan kegiatan ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Daerah yang konsisten mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas dan UMKM.
Ia menekankan pentingnya dukungan terhadap event-event kreatif lokal seperti ini sebagai bentuk solusi nyata menggerakkan ekonomi di tengah tantangan nasional maupun global.
“Kalau bukan kita yang menggerakkan, siapa lagi? Event seperti ini harus terus kita selenggarakan dengan berbagai balutan kreativitas agar roda ekonomi terus berputar,” katanya.
Puncak keramaian terjadi pada malam pembukaan, di mana festival diserbu sekitar 6.000 hingga 8.000 pengunjung. Stand UMKM penuh sesak, area parkir padat, dan antusiasme masyarakat sangat tinggi.
“Pedagang dari luar provinsi pun mengapresiasi kegiatan ini. Mereka merasakan betul betapa hidupnya suasana perdagangan dan semangat warga Kotim dalam menyambut festival ini,” ucapnya.
Selain stand UMKM dan bazar, festival ini juga menghadirkan wahana hiburan yang membuat suasana semakin meriah dan menjadi daya tarik bagi seluruh kalangan, dari anak-anak hingga orang tua.
Sampit Trade Festival tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga ruang pertemuan budaya, perdagangan, dan hiburan. Rahmad berharap kegiatan semacam ini bisa dijadikan agenda rutin tahunan yang mendapat dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, khususnya pemerintah daerah dan sektor swasta.
“Semoga ini bisa jadi pemicu kebangkitan ekonomi masyarakat Kotim. Kita buktikan bahwa dari daerah pun kita bisa menciptakan dampak besar,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/Y)









