BORNEONEWS, Palangka Raya - Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai audiensi yang berlangsung pada Jumat, 18 Juli 2015, saat Uskup Keuskupan Palangka Raya, Mgr Aloysius M. Sutrisnaatmaka, MSF, para Pastor, dan Suster melakukan kunjungan resmi ke kantor Gubernur Kalimantan Tengah.
Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara pemimpin gereja dan pemerintah daerah, sekaligus memperkuat sinergi dalam membangun Bumi Kalteng secara utuh, baik secara fisik maupun spiritual.
Kunjungan ini disambut dengan antusias oleh Gubernur Kalimantan Tengah, H Agustiar Sabran. Dalam nuansa yang sarat kekeluargaan dan toleransi, Gubernur menyampaikan rasa bahagia dan kebanggaannya atas kedatangan para tokoh gereja.
“Pertemuan ini membawa semangat baru dalam kolaborasi lintas sektor,” ujarnya, seraya menegaskan apresiasinya terhadap kontribusi gereja dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat Kalteng.
Dalam audiensi tersebut, Uskup menyampaikan bahwa sebagai pemimpin umat Katolik, mereka membawa semangat pro Ecclesia et Patria—untuk Gereja dan Tanah Air—serta tekad 100% Katolik dan 100% Indonesia. Pernyataan tersebut memperkuat posisi Gereja sebagai mitra aktif dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kehadiran kami di sini adalah bentuk dukungan nyata agar Kalimantan Tengah menjadi lebih maju dan lebih baik lagi,” ujar Uskup.
Berbagai isu strategis turut dibahas, termasuk peran gereja dalam mendampingi masyarakat, mendorong nilai-nilai spiritualitas, serta mendukung program-program pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan bersama. Para pemimpin gereja menyambut baik peluang untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah demi menciptakan masyarakat yang inklusif dan berdaya.
Nuansa toleransi menjadi sorotan utama dalam audiensi ini. Dialog yang terbuka dan penuh penghargaan menggambarkan semangat saling mendukung antara pemerintah dan gereja. Para Pastor dan Suster menegaskan komitmennya dalam membina kerukunan lintas agama serta mendorong semangat kebersamaan sebagai fondasi kemajuan Kalimantan Tengah.
Pertemuan ini diakhiri dengan harapan bersama agar kolaborasi antara gereja dan pemerintah terus diperkuat, bukan hanya dalam konteks pembangunan fisik, tetapi juga dalam menumbuhkan harapan, iman, dan solidaritas di tengah masyarakat. Audiensi hari ini menjadi simbol kuat harmonisasi antara spiritualitas dan kepemimpinan publik dalam merangkai masa depan Kalimantan Tengah sejahtera dan penuh berkah. (TESTI PRISCILLA/H)









