PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Praktisi hukum Ade Putrawibawa meminta adanya pembenahan menyeluruh terhadap program rehabilitasi narkoba di Indonesia. Ia menilai program tersebut belum berjalan adil, tepat sasaran, dan rawan disalahgunakan.

Banyak kendala yang dihadapi, mulai dari kurangnya koordinasi antar instansi, keterbatasan sumber daya, hingga kesulitan membedakan pengguna dan pengedar narkoba.

"Rehabilitasi merupakan hak pengguna dan pecandu narkoba untuk mendapatkan penanganan medis dan sosial, kecuali pengedar, namun, efektivitasnya perlu ditingkatkan agar benar-benar menyelamatkan masa depan mereka," tegas Ade Putrawibawa Jumat, 18 Juli 2025.

Ade, yang juga Sekretaris Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) DPC Palangka Raya, mengakui bahwa rehabilitasi memiliki tujuan mulia, yaitu memberikan penanganan komprehensif kepada korban penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan hukum, medis, sosial, spiritual, pendidikan, dan pelatihan. Namun, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi banyak tantangan.

Ia menyoroti stigma negatif di masyarakat yang menganggap rehabilitasi sebagai jalan pintas menghindari hukuman pidana, terutama bagi kalangan mampu. Hal ini menunjukkan adanya masalah serius dalam sistem hukum dan penegakan keadilan.

Untuk mengatasi masalah ini, Ade Putrawibawa, yang juga Sekretaris Young Lawyer Committee (YLC) PERADI Palangka Raya, merinci enam hal yang perlu dibenahi.

Pertama memperjelas kriteria rehabilitasi secara hukum dan medis, kedua memisahkan pengguna dan pengedar secara jelas, ketiga memperkuat standar dan pengawasan fasilitas rehabilitasi, keempat menghapus jalur khusus bagi kalangan tertentu, Kelima meningkatkan transparansi proses hukum dan keenam melakukan edukasi publik.

Dengan pembenahan tersebut, Ade berharap rehabilitasi benar-benar menjadi sarana pemulihan bagi korban penyalahgunaan narkoba, bukan sebagai celah untuk menghindari proses hukum.

"Tujuan akhirnya adalah agar rehabilitasi mampu menyelamatkan para pengguna narkoba dari kerusakan mental dan memberikan mereka masa depan yang lebih baik," pungkasnya. (PATHUR/R)