BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, secara resmi membuka Pertemuan Pembentukan Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) Kabupaten Seruyan Tahun 2025. Rapat berlangsung di Gedung Serbaguna Kuala Pembuang.
Forum ini menjadi tonggak penting dalam mewujudkan program CSR (Corporate Social Responsibility) yang terstruktur, terdata, dan berkelanjutan demi pembangunan daerah yang lebih inklusif.
Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Seruyan H. Supian, Ketua DPRD Seruyan Zuli Eko Prasetyo, Wakil Ketua I Harsandi, sejumlah anggota DPRD, Sekda Seruyan, para kepala perangkat daerah, camat, serta perwakilan dari perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah Kabupaten Seruyan.
Dalam sambutannya, Bupati Ahmad Selanorwanda menegaskan pentingnya pembentukan Forum TJSLP sebagai wadah koordinasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam penyaluran program CSR secara adil, merata, dan terukur.
“Kita ingin agar CSR tidak lagi sekadar simbolik, tapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Harus terdata, terukur, dan transparan,” tegas Bupati, Jumat, 18 Juli 2025.
Bupati juga menekankan bahwa penguatan Forum TJSLP menjadi bagian dari proses demokratisasi pembangunan, di mana seluruh elemen terlibat dan merasa memiliki.
Bupati juga menginstruksikan agar forum segera menyusun program kerja tahun 2025–2027, serta membentuk struktur organisasi yang solid untuk menjamin keberlanjutan dan efektivitas pelaksanaan program.
Tak hanya itu, Bupati menyampaikan rencananya untuk mengundang para pemilik dan pengambil keputusan perusahaan di Jakarta, guna memperkuat komitmen kolektif antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
“Dengan terbentuknya Forum TJSLP, kita berharap kontribusi sektor swasta terhadap pembangunan Seruyan bisa semakin nyata, terkoordinasi, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (FAHRUL/j)









