BORNEONEWS, Palangka Raya – Kementerian Pertanian RI mendorong investasi sapi indukan karena Indonesia masih mengalami defisit besar dalam pasokan daging sapi dan susu.

Direktur Pakan Ditjen PKH, Tri Melasari, menyampaikan data kekurangan pasokan ini dalam pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah di Kantor Gubernur Kalteng.

Tri menyebut defisit mencapai 52 persen untuk daging sapi dan 79 persen untuk susu secara nasional, sehingga strategi investasi jangka menengah menjadi penting.

Ia menegaskan bahwa program ini tidak bergantung pada pengadaan APBN, melainkan didorong melalui kerjasama dengan investor.

Dia mengatakan pihaknya mendapat diarahkan langsung dari Menteri untuk membuka ruang bagi investor, termasuk di Kalimantan Tengah.

"Pemerintah pusat pun telah menetapkan peta jalan swasembada susu dan daging nasional tahun 2025–2029," kata Tri Melasari, Jumat, 18 Juli 2025.. (HERMAWAN DP/j)