BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam pemandangan umumnya terhadap Raperda Pertanggung jawaban Pelaksanaan APBD 2024, Fraksi Partai NasDem DPRD Kota Palangka Raya melalui juru bicaranya, Erlan Audri menyampaikan bahwa dokumen pertanggung jawaban tersebut harus menjadi respons nyata terhadap dinamika fiskal, regulasi baru, serta kebutuhan riil masyarakat.
"Pertanggung jawaban APBD bukan hanya laporan formal, tetapi harus mencerminkan keberhasilan pemerintah dalam menyesuaikan kebijakan dengan kondisi aktual yang dihadapi daerah, termasuk dalam aspek regulasi nasional dan tuntutan pembangunan daerah," ujar Erlan, Sabtu 19 Juli 2025.
Dalam pandangannya, Fraksi NasDem memberikan sejumlah catatan penting yang mencakup berbagai sektor strategis, di antaranya:
Pendidikan: Perlu peningkatan kualitas guru, pemerataan sarana pendidikan, dan pengawasan terhadap efektivitas program bantuan pendidikan.
Kesehatan: Mendorong peningkatan pelayanan kesehatan dasar, ketersediaan tenaga medis, serta distribusi fasilitas kesehatan yang merata.
Irigasi dan Infrastruktur: Perlunya perencanaan dan pelaksanaan proyek irigasi yang tepat sasaran guna mendukung ketahanan pangan dan produktivitas pertanian.
UMKM: Dukungan terhadap pelaku usaha kecil dan menengah dinilai masih perlu diperluas, baik dari sisi pembinaan, akses permodalan, maupun pemasaran produk lokal.
Stunting: Fraksi NasDem menekankan pentingnya intervensi program yang lebih terintegrasi dan berbasis keluarga dalam upaya percepatan penurunan angka stunting.
Tata Kelola Keuangan Daerah: Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan anggaran harus terus diperkuat agar setiap belanja daerah berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
Erlan juga menekankan pentingnya evaluasi dan tindak lanjut terhadap rekomendasi hasil audit maupun temuan BPK agar pengelolaan keuangan daerah semakin baik di masa mendatang.
"Fraksi NasDem menyatakan akan terus mengawal program-program pemerintah, khususnya yang berdampak pada masyarakat luas, serta mendorong pembenahan dalam aspek perencanaan dan pelaporan agar APBD menjadi instrumen yang efektif dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan," pungkasnya. (MARINI/R)









