BORNEONEWS, Palangka Raya - Dituturkan oleh 280 juta orang dan menjadi bahasa resmi di 25 negara telah menjadikan Bahasa Arab adalah salah satu bahasa internasional. Terlebih bahasa ini merupakan bahasa istimewa bagi umat muslim, dimana Al Qur'an diturunkan dalam bahasa tersebut.
Sayangnya, tidak seperti pembelajaran Bahasa Inggris, yang lebih meluas di setiap daerah dengan konsep yang bervariatif, pengajaran Bahasa Arab masih cukup terbatas. Kebanyakan yang ada dalam mode akademik perguruan tinggi, tidak banyak yang berkonsep pada praktik pembiasaan.
Beruntungnya Kalimantan Tengah memiliki satu tempat yang "enjoyable" dan penekanan pada praktik untuk pembelajaran Bahasa Arab yang lebih efektif, yaitu Ma'had Asy-Syafi’i Palangka Raya.
Herwani Suri, Mudir Ma'had Asy-Syafi’i Palangka Raya kepada Borneonews mengungkapkan bahwa Ma'had tersebut mempunyai konsep belajar Bahasa Arab yang lebih berfokus pada praktik.
"Mahasiswa dibiasakan untuk menggunakan bahasa Arab di lingkungan Ma’had, baik dalam interaksi sehari-hari maupun dalam kegiatan luar kelas seperti pidato dan drama berbahasa Arab, sehingga keterampilan mereka terus terasah secara alami," tuturnya, Sabtu, 19 Juli 2025.
Sistem pembelajaran Bahasa Arab di Ma’had Asy-Syafi’i Palangkaraya bersifat intensif, yakni 25 jam per pekan dari Senin sampai Jumat, dengan 5 jam per hari.
"Perkuliahan ini terdiri dari berbagai mata kuliah yang dirancang untuk menunjang penguasaan bahasa Arab secara menyeluruh," jelasnya.
Kurikulum yang digunakan adalah Silsilah Ta’lim al-Lughah al-‘Arabiyyah kurikulum dari Universitas Imam Muhammad bin Saud di Riyadh, yang juga digunakan dalam program persiapan bahasa (I’dad Lughawi) di LIPIA Jakarta.
Kurikulum ini terbukti efektif melahirkan lulusan yang mampu menguasai bahasa Arab, untuk yang bukan penutur asli. (SABRIANOOR/R)








