BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ada nuansa istimewa ketika memasuki ruas utama jalan dalam Kota Kuala Kapuas pada sore hari. Hampir setiap sudut jalan utama, seperti Jalan Tambun Bungai hingga Jalan Ahmad Yani, dipenuhi warga yang bersepeda maupun jogging bersama rekan, kerabat, dan keluarga.
Suasana menikmati kota yang sedikit debu ini begitu kentara, terutama saat melewati area Stadion Panunjung Tarung. Warga dengan leluasa bersepeda dan berolahraga, bahkan ada yang berkelompok membentuk barisan tersendiri.
Kota ini bisa dibilang tampak lebih manusiawi, selain kepedulian dan visi pemerintah setempat dalam mengkondisikan kota agar layak dihuni, faktor minimnya truk yang melintas di area dalam kota cukup berpengaruh mengurangi polusi dan kerusakan jalan.
Pantauan Borneonews dalam satu tahun terakhir menunjukkan bahwa sangat jarang truk atau kendaraan berat sembarangan melintas di dalam kota. Kondisi ini tentunya mengurangi polusi debu dan tingkat kerawanan kecelakaan di jalanan kota.
Kesan warga
"Enaknya di sini ini, mas, pohon-pohon yang ada benar-benar dirawat. Sementara itu, truk-truk tidak sembarangan melintas di dalam kota. Jadi lalu lintas lebih nyaman, bersepeda enak tanpa debu, tanpa asap," ungkap Fajri (28), warga asal Banjarmasin yang bekerja di Kuala Kapuas, Minggu, 20 Juli 2025.
Apresiasi secara tidak langsung kepada pemerintah ini sesuai dengan kenyataan di lapangan. Meskipun masih ada pekerjaan rumah bagi pemerintah kabupaten dalam menata kota, seperti beberapa jalan yang rusak.
Respons pemda
Sejauh ini, langkah pemerintah daerah secara garis besar masih tergolong responsif. Jalan-jalan yang berlubang di ruas utama dalam kota lebih cepat ditambal, menghindari kecelakaan lalu lintas.
"Satu hari sebelumnya, saya posting Jalan Pemuda yang berlubang di media sosial. Eh, besoknya sudah ditambal. Mungkin ada ruas jalan di pinggir kota yang rusak, namun mungkin itu ada prosesnya. Untuk jalan utama, sangat cepat tanggapannya," beber Nuryadin, warga Jalan Pemuda, Kuala Kapuas. (SABRIANOOR/j)









