PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Komisi III DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menyoroti persoalan rendahnya kualitas tenaga kerja lokal yang dinilainya masih menjadi hambatan serius dalam mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing daerah.

Menurut Rana, kualitas sumber daya manusia yang belum optimal menyebabkan para pekerja lokal seringkali kalah bersaing, baik di sektor formal maupun informal. Hal ini berdampak pada terbatasnya peluang kerja dan lambatnya pertumbuhan ekonomi daerah.

"Rendahnya kualitas tenaga kerja ini bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga minimnya pelatihan keterampilan dan kurangnya dukungan dari lembaga pelatihan kerja," ungkapnya, Minggu 20 Juli 2025.

Ia pun mendorong agar Pemerintah Kota Palangka Raya memberikan perhatian lebih terhadap program peningkatan kapasitas tenaga kerja, seperti pelatihan vokasional, sertifikasi keahlian, dan kerja sama dengan sektor industri.

"Kita perlu memastikan bahwa generasi muda kita memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, terutama di era digital dan industri kreatif," tambahnya.

Rana menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan berdaya saing, demi menekan angka pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. (MARINI/H)