BORNEONEWS, Sampit – Warga Desa Bapanggang Raya, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tengah dirundung keresahan akibat kemunculan dan gangguan beruang madu di areal kebun sawit dan karet.
Gangguan satwa liar dilaporkan oleh Kepala Desa Bapanggang Raya, Syahbana, pada Jumat, 18 Juli 2025, dan segera ditindaklanjuti oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit dengan melakukan observasi pada Sabtu, 19 Juli 2025.
Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah menjelaskan, lokasi gangguan berada di area perkebunan warga yang cukup sulit dijangkau kendaraan roda empat. Tim BKSDA harus melanjutkan perjalanan menggunakan motor untuk mencapai lokasi kebun.
“Di lokasi, kami bertemu langsung dengan pemilik kebun, Pak Nawi, yang menyampaikan bahwa terdapat 7 batang pokok sawit miliknya yang dirusak beruang dan umbutnya dimakan. Sedangkan di kebun milik ayahnya yang berjarak sekitar 40 meter, ada sekitar 40 pokok sawit yang mengalami kerusakan serupa,” ujar Muriansyah, Minggu, 20 Juli 2025.
Hasil pengamatan di lapangan mengindikasikan bahwa kerusakan disebabkan oleh seekor beruang madu remaja, yang kemungkinan besar telah berada di sekitar lokasi tersebut sejak 10 hari hingga satu minggu lalu.
Muriansyah menambahkan, pihaknya telah memberikan sosialisasi kepada warga terkait perilaku beruang madu serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila satwa tersebut kembali terlihat.
“Kami meminta warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan ke petugas jika beruang muncul kembali,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









