PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Tim dosen dari Program Studi Magister Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kunjungan lapangan ke Rumah Informasi Konservasi Tuntong Laut (RIT) di Desa Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang pada Sabtu, 19 Juli 2025.

Kegiatan ini bertujuan untuk mensupervisi langsung penelitian ekologi yang dilakukan oleh mahasiswa Magister PSL SPS USU, Joko Guntoro.

Penelitian tersebut merupakan bagian dari upaya konservasi spesies Tuntong Laut (Batagur borneoensis), yang tergolong dilindungi dan terancam punah. Tim dosen ingin memastikan bahwa metodologi dan proses penelitian selaras dengan pendekatan ilmiah dan konservatif yang dibutuhkan dalam pelestarian spesies tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan dosen yang terdiri atas Prof. Rahmawaty, Dr. Alief Aththorick, dan Dr. Erni Jumilawaty, juga meninjau hasil penetasan anakan Tuntong Laut. Penetasan ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Satucita, BKSDA Aceh, dan masyarakat lokal, yang berlangsung dari musim bertelur November hingga April.

"Tidak kurang dari 1.000 individu anakan kini tengah dibesarkan di fasilitas RIT, dan direncanakan untuk dilepasliarkan pada Agustus 2025 mendatang," kata Prof Rahmawaty kepada Borneonews pada Minggu, 20 Juli 2025.

Tim dosen mengapresiasi langkah kolaboratif yang dilakukan berbagai pihak untuk mendukung kelangsungan hidup spesies ini di habitat alaminya.

Kunjungan ini sekaligus menjadi sarana identifikasi potensi penelitian lebih lanjut, termasuk pada dinamika ekologi sungai Tamiang dan interaksi antar spesies yang berbagi ruang hidup. RIT menjadi pusat informasi sekaligus laboratorium lapangan yang vital bagi riset konservasi.

Menurut Ketua Prodi Magister PSL USU, Prof. Rahmawaty, kunjungan ini membuktikan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia, khususnya di kawasan pesisir Aceh Tamiang. (TESTI PRISCILLA/H)