PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kehadiran Car Free Night Huma Betang Night yang rutin digelar setiap Sabtu malam di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya terus memberi dampak nyata terhadap pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kalimantan Tengah.

Kegiatan yang kini telah memasuki minggu ke-6 itu merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan resmi diluncurkan oleh Gubernur Agustiar Sabran. Setiap pekan, puluhan pelaku UMKM hadir meramaikan acara dengan menjajakan produk unggulan, mulai dari kuliner khas daerah, fashion, hingga kerajinan tangan.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menyampaikan bahwa Huma Betang Night menjadi sarana nyata untuk menggerakkan roda ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan UMKM.

“Kita ingin perekonomian masyarakat bergerak lewat kegiatan seperti ini. UMKM harus punya tempat. Kalau kita buka ruang seperti ini terus-menerus, masyarakat akan bahagia, ekonomi akan tumbuh, dan produk lokal akan makin dikenal,” ujar Gubernur Agustiar Sabran saat menikmati sajian kuliner di Car Free Night bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, unsur Forkopimda Provinsi, staf ahli gubernur, asisten Setda, kepala perangkat daerah, dan instansi vertikal, Sabtu malam, 19 Juli 2025.

Menurutnya, kegiatan ini mampu menarik pengunjung dari berbagai daerah, tidak hanya dari Palangka Raya, tetapi juga dari kabupaten lain hingga luar provinsi.

“Masyarakat dari Murung Raya, Bartim, Barut, Kalbar, sampai Kalsel datang ke ibu kota. Ini bukan hanya tentang belanja, tapi bagaimana kita menghidupkan ekonomi masyarakat secara bersama-sama,” tambahnya.

Dampak positif kegiatan ini turut dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM. Mila, pemilik usaha dimsum dan coto manggala kuliner khas Kotawaringin Barat, mengaku sangat terbantu dengan adanya Car Free Night Huma Betang Night.

“Kegiatan ini sangat membantu perekonomian UMKM. Masyarakat sangat antusias, jadi banyak yang datang dan jajan di sini. Semoga akan terus berkelanjutan setiap minggunya,” ujar Mila.

Hal serupa diungkapkan Triono, penjual risoles yang biasa berjualan di kawasan kampus dan event publik lainnya. Baginya, Huma Betang Night menjadi ruang baru untuk mencari nafkah.

“Dengan adanya acara ini sangat membantu kami para UMKM mencari rezeki. Semoga terus berlanjut sebagai wadah kami untuk menghidupi keluarga,” tuturnya.

Huma Betang Night telah berkembang menjadi ruang publik yang produktif, bukan sekadar tempat hiburan akhir pekan, melainkan penggerak ekonomi lokal yang memberikan peluang nyata bagi UMKM untuk berkembang, bertemu pasar, dan memperluas jaringan.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen menjaga keberlanjutan program ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi berbasis kerakyatan sekaligus memperkenalkan potensi produk lokal Kalimantan Tengah ke tingkat yang lebih luas. (SITI AKOBAH/y)