BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Bryan Iskandar, menekankan pentingnya keselarasan antara visi-misi kepala daerah dengan kemampuan fiskal dan daya dukung infrastruktur daerah, terutama dalam mendukung agenda hilirisasi sumber daya alam (SDA).
Bryan Iskandar menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur dasar, seperti jalan dan pelabuhan, sebagai kunci keberhasilan program hilirisasi. Ia khawatir, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, peningkatan nilai tambah SDA akan terhambat dan tidak optimal.
"Program prioritas harus selaras dengan kapasitas anggaran dan infrastruktur yang tersedia," tegas Bryan, Senin, 21 Juli 2025.
Lebih lanjut, Bryan Iskandar mempertanyakan skema pemberian insentif kepada kepala desa, perangkat desa, dan tokoh adat yang dinilai belum dijelaskan secara rinci kepada publik. Ia meminta pemerintah untuk memperjelas mekanisme pemberian insentif tersebut.
"Harus ada kejelasan agar tidak menimbulkan kebingungan atau tumpang tindih dengan bantuan lain," kata Bryan.
Terkait program Kartu Huma Betang, Bryan Iskandar mendorong integrasi data sosial yang menyeluruh. Ia menilai, validitas dan keterpaduan data sangat penting agar bantuan dan layanan publik tepat sasaran dan tidak menimbulkan ketimpangan.
"Sistem data terpadu akan meningkatkan efisiensi, akuntabilitas, dan pemerataan manfaat program sosial," pungkasnya. (PATHUR/H)









