BORNEONEWS, Kuala Kurun - Bupati Gunung Mas Jaya S Monong dan Wakil Bupati Efrensia L.P Umbing bersilaturahmi, mengunjungi Bupati Gunung Mas periode 2003-2008 Drs. J. Djudae Anom, Sabtu, 19 Juli 2025.
"Kemarin saya dan Ibu Wakil Bupati beserta Sekda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan lainnya mengunjungi Bupati Gumas periode 2003-3008 Djudae Anom. Kami bersyukur Beliau dalam keadaan sehat," kata Jaya, Senin, 21 Juli 2025.
Jaya Samaya Monong menyampaikan bahwa kunjungan itu merupakan bentuk rasa hormat kepada tokoh pendahulu yang telah berjasa dalam membangun fondasi pemerintahan di Kabupaten Gunung Mas.
"Kami ingin terus menjaga tali silaturahmi dan menghormati para pendahulu yang telah berjasa besar bagi daerah ini. Bapak Julius Djudae Anom adalah sosok penting dalam sejarah berdirinya Kabupaten Gunung Mas," ucap Jaya.
Dalam kesempatan tersebut, Jaya beserta rombongan bercengkrama, berdiskusi membahas perkembangan daerah serta harapan-harapan ke depan untuk kemajuan Kabupaten Gunung Mas hingga Bupati Gunung Mas periode 2003-2008 itu memberikan wejangan kepada Jaya.
"Kami mendapatkan pesan dari Pak Djudae Anom yakni untuk membangun Gunung Mas memerlukan kebersamaan," jelas orang nomor satu di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau itu.
Kemudian, Jaya juga mendoakan agar Djudae Anom panjang umur, dan selalu diberikan kesehatan serta selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Dalam momen itu , Djudae Anom menyampaikan terima kasihnya kepada Bupati Jaya dan jajarannya atas kunjungan silaturahmi tersebut.
Dirinya berpesan, bahwa membangun Gunung Mas butuh kebersamaan lintas generasi, bukan hanya pemerintah, tapi juga semua elemen masyarakat, maka dari itu pentingnya peran masyarakat Gumas dalam menjaga dan memelihara hasil-hasil pembangunan yang telah dilakukan pemerintah daerah.
“Membangun Gunung Mas sejak awal menjadi kabupaten bukanlah hal mudah, diperlukan kekompakan dan kebersamaan,” ujar Djudae.
Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta menumbuhkan semangat melanjutkan pembangunan yang berlandaskan pada semangat persatuan dan penghargaan terhadap sejarah. (RISKA YULYANA/H)









