PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya mengungkapkan bahwa perkembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan tahun 2025, tercatat lebih dari 6.000 unit UMKM aktif, dengan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kota yang mencapai 23,4 persen.

Sektor-sektor dominan yang mendorong pertumbuhan ini meliputi kuliner, kerajinan tangan, fesyen, serta jasa kreatif, yang menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan di ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut.

Capaian ini mendapat apresiasi dari Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery. Ia menilai pertumbuhan UMKM merupakan indikator positif dari keberhasilan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang telah dijalankan oleh pemerintah kota selama ini.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kita sangat mengapresiasi upaya Pemko yang konsisten mendorong pelatihan, permodalan, dan pemasaran produk UMKM,” ujar Khemal, Senin 21 Juli 2025.

Ia juga berharap pemerintah tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, pendampingan lanjutan, digitalisasi usaha, serta perluasan akses pasar termasuk ke platform nasional dan internasional harus terus diperkuat agar UMKM Palangka Raya mampu naik kelas dan bersaing secara lebih luas.

Ia juga mendukung kebijakan yang berpihak pada penguatan UMKM, termasuk melalui pengawasan program, alokasi anggaran, dan pembentukan regulasi yang ramah usaha kecil. 

"Pemerintah harus terus mendampingi pelaku usaha kecil agar naik kelas dan siap bersaing,” ujarnya. (MARINI/H)