PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga komoditas cabai rawit merah mengalami kenaikan tajam berdasarkan hasil pemantauan mingguan yang dirilis Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat untuk periode 14 hingga 18 Juli 2025.

Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Kobar, Muhammad Suhendra, Senin, 21 Juli 2025 mengatakan bahwa harga cabai rawit merah naik sebesar 15,19 persen dibandingkan minggu sebelumnya. Harga komoditas ini kini mencapai Rp91.000 per kilogram di pasar.

"Kenaikan harga cabai rawit merah cukup signifikan dan menjadi yang tertinggi dalam minggu ketiga bulan Juli ini," jelasnya.

Suhendra menjelaskan selain cabai rawit merah, harga daging ayam ras atau ayam boiler juga mengalami kenaikan sebesar 6,25 persen. Sedangkan cabai merah keriting tercatat naik 2,94 persen dari harga sebelumnya.

"Meski ada beberapa komoditas yang naik, namun harga cabai merah besar, cabai rawit hijau, serta sebagian jenis beras masih dalam kondisi stabil selama periode pemantauan," jelasnya.

Di sisi lain penurunan harga juga terjadi pada beberapa komoditas. Bawang putih tercatat mengalami penurunan sebesar 4 persen, bahkan sempat menyentuh harga Rp40.000 per kilogram di akhir minggu.

"Penurunan harga juga kami lihat pada kacang kedelai yang turun sebesar 2,35 persen. Hal ini dipengaruhi oleh ketersediaan stok dan kelancaran distribusi dari daerah penghasil," jelasnya.

Suhendra menjelaskan untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, Disperindagkop UKM Kobar terus melakukan pemantauan rutin di pasar-pasar tradisional dan berkoordinasi dengan pelaku distribusi.

"Kami berkomitmen memastikan harga tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik," jelasnya. (WAHYU KRIDA/R)