PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD  Palangka Raya, Arif M. Norkim, menyoroti masih banyaknya nelayan di daerah yang hidup dalam kondisi kemiskinan dan menghadapi berbagai hambatan dalam menjalankan usaha perikanan.

“Banyak nelayan kita yang masih tertinggal, mengalami keterbatasan modal, akses teknologi, serta kesulitan dalam memasarkan hasil tangkapannya,” ujar Arif, Senin 21 Juli 2025.

Ia menyebutkan bahwa sektor perikanan semestinya menjadi tumpuan ekonomi bagi masyarakat pesisir, namun realitas di lapangan menunjukkan nelayan justru berada dalam posisi yang rentan secara ekonomi.

Untuk itu Arif mendorong pemerintah daerah agar menjalankan program peningkatan kesejahteraan nelayan yang lebih konkret dan terarah. Program tersebut menurutnya harus mencakup:

1. Pelatihan keterampilan perikanan dan pengelolaan usaha,

2. Bantuan modal dan sarana produksi,

3.Serta pengembangan unit usaha berbasis komunitas nelayan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara dinas perikanan, koperasi, dan lembaga keuangan untuk memberikan dukungan menyeluruh kepada para nelayanmulai dari tahap produksi, pascapanen, hingga pemasaran.

“Kita tidak bisa biarkan nelayan berjuang sendiri. Negara harus hadir dan memberikan perlindungan serta peluang usaha yang adil,” tegasnya. (MARINI/R)