BORNEONEWS, Palangka Raya – Kemeriahan Huma Betang Night kembali mewarnai malam akhir pekan di jantung ibu kota Kalimantan Tengah.
Digelar rutin setiap Sabtu malam di kawasan Bundaran Besar Palangka Raya, panggung ini menjadi magnet ribuan pengunjung yang ingin menikmati pertunjukan seni budaya, hiburan, dan produk lokal dalam satu wadah.
Mengusung tema “Melestarikan Kearifan Lokal dengan Spirit Huma Betang dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia”, Huma Betang Night bukan sekadar tontonan, tetapi juga ruang pelestarian nilai-nilai tradisional yang mulai tergerus zaman.
Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran yang hadir langsung di lokasi, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai sarana untuk memperkuat identitas budaya dan memperluas dampak ekonomi.
“Huma Betang Night bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal seperti karungut, tari tradisional, dan drama tari legenda Kalimantan Tengah. Ada juga penampilan artis ibu kota untuk menghibur rakyat. Ini bagian dari upaya kita menggerakkan perekonomian, khususnya UMKM, sekaligus membahagiakan masyarakat,” ujar Agustiar Sabran di sela kegiatan.
Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah Drama Tari Tangkalaluk, garapan Sanggar Hagatang Tarung. Mengangkat mitos ular raksasa dari pedalaman hutan Kalimantan, pertunjukan ini memadukan cerita rakyat dengan visual teaterikal yang memukau.
Miranda, salah satu penari, mengaku bangga bisa tampil di acara sebesar ini. “Saya merasa lebih percaya diri. Ditonton banyak orang dan disaksikan langsung oleh Gubernur. Harapannya, acara seperti ini terus berlanjut setiap minggu agar menjadi wadah ekspresi bagi seniman, juga sebagai edukasi budaya bagi masyarakat,” ucapnya.
Tak hanya dari Palangka Raya, pengunjung juga datang dari berbagai daerah. Hardianti, mahasiswa asal Banjarmasin yang kini kuliah di Palangka Raya, mengapresiasi Huma Betang Night sebagai hiburan yang dinanti.
“Acaranya seru banget, apalagi gratis. Ini hiburan rakyat yang benar-benar terasa manfaatnya. Bisa lihat langsung budaya daerah, sambil jalan-jalan dan jajan juga,” katanya.
Di sekitar panggung, puluhan pelaku UMKM turut meramaikan suasana dengan menyajikan produk kuliner khas dan kerajinan lokal. Ini menjadi daya tarik tersendiri, sekaligus menumbuhkan perputaran ekonomi di pusat kota.
Huma Betang Night telah menjelma menjadi ikon baru akhir pekan warga Palangka Raya. Perpaduan antara seni, budaya, ekonomi, dan ruang publik ini tidak hanya menciptakan hiburan, tapi juga menyatukan spirit kebersamaan dalam semangat kedaerahan yang inklusif. (Siti Akobah)









