SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotawaringin Timur (Kotim) memastikan akan melakukan pemeliharaan jembatan Sei Mentawa 2 di Jalan Iskandar Sampit.

"Yang jelas pemeliharaan akan kita lakukan. Karena petugas pemeliharaan jalan dan jembatan hanya 10 orang saja jadi perlu kita jadwalkan dengan seksama. Saat ini kita imbau agar yang melintasi jembatan itu memperhatikan tonasenya," kata Kepala Dinas SDABMBKPRKP Kotim Mentana Dhinar Tistama, Selasa, 22 Juli 2025.

Sebelumnya, pihaknya telah melakukan cek lokasi di jembatan Mentawa 2, jembatan Baamang 1 dan jambatan Baamang 2. Dengan kondisi tersebut, dirinya mengimbau agar angkutan berat tidak melalui jembatan tersebut.

"Masyarakat juga kami minta berhati-hati. Nanti kami pasang rambu untuk peringatan agar berhati-hati melintasi jembatan itu," imbuhnya. 

Ia mengakui, saat ini banyak jembatan kayu di daerah ini yang tidak representative lagi bahkan rusak berat. Hal tersebut menjadi PR bagi pihaknya untuk mencari solusi, termasuk kemungkinan pemakaian jembatan pile sebagai opsi ke depan.

Terkait jembatan mentawa 2 dan mentawa 1, Dinas SDABMBKPRKP akan menggelontorkan anggaran untuk perencanaan pada anggaran murni 2026.

"Sebenarnya tahun 2023 kita sudah alokasikan anggaran untuk FS dan perencanaannya tetapi karena ada refocusing anggaran sehingga tidak terlaksana. Nanti tahun 2026 akan kita rencanakan FS, karena itu perlu kajian terutama jembatan Ulin yang panjang (jembatan mentawa 2) itu," imbuhnya.

Sebab sekitar jembatan mentawa 2, di Jalan Iskandar, banyak permukiman yang harus diantisipasi terkait pengadaan tanahnya, aspek sosialnya dan konstruksinya.

"Kita buat FS-nya kemudian perencanaannya sekaligus untuk jembatan mentawa 1 dan mentawa 2 Insya Allah 2026. Untuk pemeliharaan akan tetap kita lakukan," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)