PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Kalimantan Tengah, Herry Hernawan, menegaskan pentingnya peran APBN sebagai instrumen stabilisasi ekonomi nasional dalam kegiatan edukasi literasi APBN dan SBN Ritel.

Ia menyampaikan bahwa APBN memiliki fungsi kuat sebagai penyangga (absorber) ketika negara menghadapi tekanan global, seperti pandemi Covid-19 maupun konflik geopolitik seperti perang Ukraina-Rusia.

“APBN memiliki peran kuat sebagai absorber menjaga kestabilan ekonomi nasional. Seperti kemarin, tiba-tiba Covid, perang Ukraina. Penuh ketidakpastian, APBN menjadi stabilisasi, harus mampu menjaga perekonomian stabil,” kata Herry Hernawan di Palangka Raya, Selasa, 22 Juli 2025.

Lebih lanjut, Herry menjelaskan bahwa setelah APBN berfungsi menjaga stabilitas, langkah berikutnya adalah mengalokasikannya untuk sektor-sektor strategis.

Ia mencontohkan beberapa program nasional seperti pemberian makanan bergizi gratis, cetak sawah, hingga pengembangan koperasi desa Merah Putih sebagai bentuk konkret penggunaan APBN.

“APBN ini luas, juga terkait dengan fungsi lain. Jika sudah bisa menjaga perekonomian, kita lanjut mengalokasikan APBN untuk sesuatu yang strategis,” ujarnya.

Herry berharap melalui edukasi ini, masyarakat semakin memahami fungsi APBN dan terdorong untuk ikut berpartisipasi membangun negara. (HERMAWAN DP/H)