PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota Komisi II DPRD Palangka Raya, Noorkhalis Ridha, mengungkapkan bahwa hingga saat ini akses terhadap pupuk bersubsidi masih menjadi keluhan utama sejumlah petani di wilayah kota. Kelangkaan dan sulitnya prosedur penyaluran menjadi hambatan dalam mendukung produktivitas sektor pertanian.

“Banyak petani menyampaikan bahwa mereka kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, baik karena stok yang terbatas maupun karena proses distribusi yang tidak merata,” kata Noorkhalis, Selasa, 22 Juli 2025.

Menurutnya, masalah ini harus menjadi perhatian serius pemerintah kota melalui dinas terkait agar program subsidi yang dirancang untuk membantu petani benar-benar tepat sasaran.

Ia mendorong agar pemerintah melakukan evaluasi terhadap sistem distribusi pupuk, mulai dari pendataan petani penerima manfaat hingga pengawasan penyaluran di lapangan. 

Selain itu, perlu ada sosialisasi yang lebih luas mengenai mekanisme pengajuan kebutuhan pupuk melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

“Kita berharap ke depan tidak ada lagi keluhan soal pupuk, karena ini berdampak langsung pada hasil panen dan kesejahteraan petani kita,” tegasnya. (MARINI/H)