BORNEONEWS, Kuala Kurun - Sejak Januari - Juli 2025, titik panas atau hotspot di wilayah Kabupaten Gunung Mas tersebar di berbagai kecamatan.
"Berdasarkan dari data di Sipongi.menlhk.go.id, sejak Januari - Juli 2025, Kecamatan Mihing Raya memiliki 26 titik panas, itu menjadi titik panas terbanyak di Kabupaten Gunung Mas," kata Bupati Gunung Mas Jaya S Monong melalui Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Atis, Selasa, 22 Juli 2025.
Selanjutnya, untuk Kecamatan Manuhing memiliki 24 titik panas, Rungan Barat memiliki 19 titik panas, Kecamatan Kurun memiliki 13 titik panas, Sepang memiliki 12 titik panas.
Kemudian Kecamatan Rungan memiliki 11 titik panas, Manuhing Raya memiliki 9 titik panas, Rungan Hulu dan Tewah memiliki 8 titik panas, Kecamatan Damang Batu memiliki 1 titik panas dan Kecamatan Kahayan Hulu Utara dan Miri Manasa tidak ada titik panas.
Lebih lanjut dijelaskan, jumlah titik panas di Kabupaten Gunung Mas sejak Januari - Juli 2025 mengalami peningkatan. Pada Bulan Januari, Kabupaten Gunung mas memiliki 3 titik panas, Februari 6 titik panas, Maret 11 titik panas, April 6 titik panas, Mei sebanyak 35 titik panas, Juni 29 titik panas dan Bulan Juli ada 39 titik panas.
Lebih lanjut, Atis menjelaskan bahwa untuk awal musim kemarau di Kabupaten Gunung Mas diprediksi akan terjadi pada Bulan Agustus 2025. (RISKA YULYANA/j)









