SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memprioritaskan pengangkutan sampah dari delapan depo sampah di Sampit ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).  

“Kami tetap memprioritaskan pengangkutan sampah dari delapan depo sampah yang ada di Sampit. Sampah-sampah ini merupakan sampah rumah tangga yang dihasilkan masyarakat setiap harinya,” ujar Kepala DLH Kotim, Marjuki, Selasa, 22 Juli 2025.

Ia menjelaskan untuk pengangkutan sampah dari pasar dan tempat usaha lainnya, menurut Marjuki, akan dilakukan setelah pengangkutan sampah dari depo selesai.

Pasalnya, sampah yang dihasilkan di pasar atau tempat komersial merupakan sampah hasil kegiatan usaha yang seharusnya menjadi tanggung jawab pengelola tempat usaha.

"Saya mengapresiasi kesadaran sejumlah penyelenggara kegiatan dalam menjaga kebersihan. Kesadaran tinggi pengelola sejumlah kegiatan seperti Sampit Trade Festival, HNR Cup 2025 dan lainnya.  Mereka berkoordinasi dengan DLH dalam hal pengangkutan sampah sehingga lokasi kegiatan kembali bersih setelah kegiatan berakhir,” pujinya.

Ia berharap sinergi dalam penanganan  sampah untuk menciptakan daerah yang bersih, sehat dan cantik ini dapat terus berlanjut. 

“Sinergi seperti itu yang diharapkan agar sampah bisa ditangani dengan baik dan efektif. Apalagi bagi tempat usaha seperti pasar, sudah seharusnya sejak awal pengurus atau pengelola memikirkan pengelolaan sampah agar pasar tetap bersih sehingga pembeli merasa nyaman dan senang berbelanja di pasar,” tutup Marjuki. (DEVIANA/j)