BORNEONEWS, Sampit - Seorang pria berinisial K (34) yang ditemukan warga dalam kondisi mengenaskan di tanah lapang Desa Sungai Ubar, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ternyata bunuh diri.
Korban pertama kali ditemukan warga berinisial W (27) tergeltak di tanah dalam kondisi penuh luka-luka di sekujur tubuh korban.
Menurut informasi yang didapat korban diduga kuat melakukan bunuh diri dengan menggunakan senjata tajam dan meminum cairan kimia.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Cempaga Hulu Ipda Edi Hariyanto mengatakan, dari hasil penyelidikan dan pemeriksan terhaap saksi-saksi korban diduga melakukan bunuh diri.
"Kita juga menemukan surat pernyataan permohonan maaf dari korban dan mengakhiri hidupnya," kata Ipda Edi Hariyanto Kapolsek Cempaga Hulu, Rabu, 23 Juli 2025.
Sementara itu, menurut Kapolsek dalam kejadian ini pihak keluarga korban menyatakan untuk tidak melakukan autopsi dan menerima ini merupakan musibah bagi keluarga.
"Jenazah sudah kita serahkan kepada pihak keluarga untuk di lakukan pemakaman," ucap Edi.
Diberitakan sebelumnya, Warga Desa Sungai Ubar, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) digegerkan dengan penemuan seorang pria penuh luka-luka di tanah lapang, Selasa, 22 Juli 2025.
Dari informasi yang didapat, korban berinisial DU ini pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 10.00 WIB. Korban mengalami luka-luka disekujur tubuh hingga menyebabkan meninggal dunia.
Setelah ditemukan warga dalam kondisi yang sangat mengenaskan, korban kemudian dibawa ke Puskesmas Pundu Cempaga Hulu. Namun sayang nyawa korban tidak sempat diselamatkan akibat luka yang cukup serius. (BUDDI RAHMAT H/H)









