SERUYAN –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Pemerintah Kabupaten Seruyan menyampaikan  hasil Indeks Perkembangan Harga (IPH) untuk minggu ketiga bulan Juli 2025.

IPH tercatat sebesar 0,46, menandakan tingkat kestabilan harga komoditas yang relatif terjaga dan menjadi indikator penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi daerah.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Daerah Kabupaten Seruyan, Agus Suharto, menyampaikan bahwa sejumlah komoditas utama berkontribusi terhadap pergerakan IPH kali ini.

Di antara komoditas tersebut, cabai rawit memberikan andil paling besar dengan kontribusi mencapai 1,7224, mengindikasikan tingginya pengaruh harga cabai terhadap ekonomi lokal.

"Cabai rawit menjadi komoditas paling berpengaruh dalam IPH kali ini, disusul oleh bawang merah dan bawang putih yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,0284 dan 0,0053," jelas Agus Suharto, Rabu, 23 Juli 2025

Meskipun nilai IPH cenderung stabil, fluktuasi harga tetap menjadi perhatian, terutama lonjakan harga cabai rawit yang tercatat mengalami fluktuasi tertinggi sebesar 0,1042. Angka ini menunjukkan adanya ketidakstabilan harga yang harus diantisipasi oleh pemerintah daerah.

Agus Suharto  juga menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan harga di pasar dan telah merancang berbagai langkah strategis untuk mengendalikan harga komoditas penting.

"Langkah-langkah pengendalian harga terus dibahas guna memastikan pembangunan berjalan lancar, menjaga stabilitas ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seruyan," tambahnya. (FAHRUL/H)