PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Perwakilan The Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia, Zulhasni memaparkan sejumlah tantangan yang dihadapi Kalimantan Tengah dalam implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Penyampaian itu disampaikan dalam Lokakarya Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah di Aula BAPPERIDA Kalteng, selama 21–23 Juli 2025.

Tantangan yang disoroti meliputi penyelarasan rencana pembangunan, koordinasi lintas sektor, partisipasi masyarakat, ketimpangan, persoalan lingkungan, serta keterbatasan sumber daya dan sistem pemantauan.

“Untuk menjawab tantangan di atas, Pemerintah Indonesia bersama Jerman menggelar proyek kerja sama dengan fokus pada Perencanaan Kebijakan, Kemitraan Multi-Pihak (MSP), dan Prinsip Leave No One Behind (LNOB) dengan prioritas pada GESI,” kata Zulhasni.

Ia menekankan pentingnya integrasi program-program daerah dengan target SDGs agar pembangunan yang dijalankan inklusif dan tepat sasaran.

Kolaborasi dengan mitra internasional diharapkan memperkuat kapasitas daerah dalam menjawab berbagai isu strategis pembangunan berkelanjutan. (HERMAWAN DP/R)