PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Lokakarya SDGs yang digelar BAPPERIDA Kalimantan Tengah dinilai sebagai sarana strategis untuk memperkuat kapasitas dan peran pemerintah daerah dalam pembangunan inklusif.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari 21-23 Juli 2025, melibatkan peserta dari berbagai perangkat daerah, mitra pembangunan, dan lembaga terkait.

Plt. Sekda Kalteng Leonard S. Ampung menekankan pentingnya sinergi antarsektor dalam pelaksanaan SDGs agar program pembangunan menyentuh seluruh aspek masyarakat.

“Saya minta seluruh peserta agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dalam rangka memantapkan sinergi dan kolaborasi semua sektor,” kata Leonard di Palangka Raya.

Ia juga menyebut bahwa pelaksanaan SDGs mencakup dimensi sosial, ekonomi, lingkungan, serta hukum dan tata kelola yang saling terhubung.

Leonard berharap lokakarya ini menjadi titik awal pembaruan komitmen daerah dalam mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam setiap kebijakan pembangunan. (HERMAWAN DP/R)