BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Palangka Raya, Sudarto, mengimbau para pelaku usaha kecil seperti pemilik warung sayur, toko sembako, serta ritel perbelanjaan untuk mulai memanfaatkan sistem pembayaran digital, khususnya QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), sebagai langkah mencegah peredaran uang palsu dan uang rusak di masyarakat.
“Penggunaan QRIS bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga dapat mencegah peredaran uang palsu dan uang yang sudah tidak layak edar. Ini penting agar pelaku usaha tidak mengalami kerugian,” ujar Sudarto, Rabu, 23 Juli 2025.
Ia menjelaskan bahwa masih banyak pelaku usaha kecil yang belum memahami risiko menerima uang palsu atau rusak, terutama saat bertransaksi tunai dalam jumlah kecil namun dengan frekuensi yang tinggi.
“Warung sayur, toko sembako, dan ritel kecil sering menjadi sasaran peredaran uang palsu karena mereka cenderung tidak mengecek secara detail uang yang diterima. Dengan QRIS, transaksi lebih aman dan efisien,” tambahnya.
Sudarto juga mendorong pemerintah kota dan perbankan untuk lebih aktif melakukan sosialisasi dan pelatihan penggunaan QRIS kepada masyarakat, terutama di pasar-pasar tradisional dan kawasan pemukiman.
“Digitalisasi transaksi itu penting, apalagi sekarang hampir semua orang punya smartphone. Pemerintah juga harus turun tangan membantu pelaku usaha kecil agar tidak tertinggal dalam transformasi digital ini,” tegasnya.
Ia berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang beralih menggunakan QRIS agar transaksi menjadi lebih aman, cepat, dan tercatat dengan baik. (MARINI/R)









