PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekretaris Komisi III DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari menganjurkan Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk rutin melakukan pemeriksaan terhadap makanan dan minuman yang dijual di area Car Free Day (CFD). 

Langkah ini dinilai penting untuk melindungi kesehatan masyarakat dari potensi peredaran produk pangan yang tidak layak konsumsi.

“Kami mendorong BPOM agar secara rutin turun ke lapangan, khususnya saat kegiatan Car Free Day, untuk memeriksa makanan dan minuman yang dijual pedagang. Ini demi memastikan produk yang dikonsumsi masyarakat aman dan tidak mengandung bahan berbahaya,” ujar Rana, Rabu, 23 Juli 2025.

Menurutnya, CFD yang digelar rutin setiap akhir pekan menjadi ajang berkumpulnya masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Karena itu, pengawasan terhadap jajanan dan makanan olahan perlu diperketat.

“Apalagi banyak makanan yang dijual dalam kemasan sederhana tanpa label jelas. BPOM perlu aktif memeriksa kandungan bahan, mulai dari pewarna, pengawet, hingga kebersihan penyajian,” tambahnya.

Rana juga berharap agar pedagang kuliner yang berjualan di CFD diberikan edukasi tentang keamanan pangan, serta diberi arahan tentang standar penyajian makanan yang sehat.

“Pemerintah kota juga bisa berkolaborasi dengan BPOM untuk mengedukasi para pedagang agar mereka paham pentingnya menjaga kualitas makanan yang mereka jual,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa perlindungan konsumen adalah tanggung jawab bersama dan harus menjadi perhatian serius demi kesehatan masyarakat Kota Palangka Raya. (MARINI/R)