SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Satuan Lalu Lintas Polres Kotawaringin Timur (Kotim) mengatakan arus lalu lintas di ruas Jalan Jenderal Sudirman KM 21, khususnya di Jembatan Sei Lenggana akan dialihkan seiring rencana uji coba jalan dan jembatan alternatif yang telah disiapkan untuk pengganti sementara jembatan eksisting yang akan diperbaiki.

Kasatlantas Polres Kotim, AKP Hariyanto, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah atas perbaikan yang akan segera dilakukan terhadap jembatan yang sudah uzur tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah bahwa jembatan itu diperbaiki karena kita melihat bahwa jembatan itu sudah tua usianya. Kemudian itu dibuatkan jalan alternatif rencananya dalam waktu dekat ini pengerjaan jembatan itu akan dilakukan dalam waktu dekat ini," kata AKP Hariyanto, Rabu, 23 Juli 2025.

Ia menjelaskan bahwa proses pengalihan arus ke jalan alternatif akan dilakukan uji coba terlebih dahulu dari arah Pangkalan Bun-Sampit dimulai pada Kamis, 24 Juli 2025. Sementara arus dari arah sebaliknya masih melewati Jembatan Sei Lenggana.

Menurutnya, uji coba jalan alternatif akan menjadi penentu dimulainya pekerjaan perbaikan jembatan secara menyeluruh. Jika setelah uji coba tersebut jalan dan jembatan alternatif dinyatakan aman, maka maka proyek penggantian Jembatan Lenggana akan dimulai.

"Jika jalan alternatif ini sudah dipandang bisa untuk dilalui, nanti perbaikan Jembatan Sei Lenggana akan dimulai. Yang selanjutnya, ketika jembatan Sei Lenggana ini dimulai pekerjaannya, sistem arus lalu lintas yang ada di Jalan Jenderal Sudirman di titik KM 21 akan dilaksanakan buka tutup melalui jalan alternatif," imbuhnya. 

Dirinya mengimbau pengemudi dan pelaku usaha untuk memperhatikan beban muatan kendaraan agar tidak melebihi kapasitas jalan alternatif.

"Untuk itu kami memohon dan mengharapkan para pengemudi, para pelaku usaha, untuk muatan mohon jangan melebihi yang sudah ditentukan, jangan melebihi kapasitas yang sudah diperbolehkan sesuai kelas jalan alternatif yang ada di Jalan Jendral Sudirman," ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa sebelumnya pihaknya bersama instansi terkait telah meninjau langsung lokasi jalan dan jembatan alternatif.

"Tadi pagi Rabu, 23 Juli 2025 kami bersama dengan instansi terkait, ada kepala Dinas PU, Dishub, konsultan, Balai keselamatan dan bersama pihak yang akan mengerjakan jembatan tersebut sama-sama turun ke lapangan. Demikian yang bisa kami sampaikan, mohon maaf jika perjalanan pengemudi terganggu, ini semata-mata demi kebaikan jalan yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur, dan secara umum Provinsi Kalimantan Tengah," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, PPK 1.3 Kalimantan Tengah dari Balai pelaksanaan jalan Nasional Kalimantan Tengah, Marhara Tua, mengumumkan rencana pembangunan ulang Jembatan Sei Lenggana yang terletak di ruas Sampit–Simpang Bangkal, Jalan Jenderal Sudirman. Untuk mendukung kelancaran proyek tersebut, jalan dan jembatan darurat telah disiapkan sebagai jalur pengalihan lalu lintas.

“Kami akan melakukan kegiatan penggantian Jembatan Sei Lenggana. Saat ini jalan darurat dan jembatan bailey sudah kami siapkan di sisi jembatan lama,” ujar Marhara Tua, Selasa, 22 Juli 2025.

Pihaknya menjelaskan, lalu lintas di jembatan eksisting akan ditutup total saat proses pembongkaran dan pembangunan dimulai. Pihaknya berkoordinasi lebih lanjut bersama Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kotawaringin Timur (Kotim) terkait pengalihan arus lalu lintas ke jalan alternatif. 

“Karena tidak ada jalan alternatif di kawasan tersebut, maka kami membangun jalan darurat menggunakan timbunan tanah dan di tengahnya dipasang jembatan bailey,” ujarnya.

Marhara Tua menegaskan, kapasitas jembatan darurat hanya mampu menampung beban maksimal 8 ton. Oleh karena itu, pengguna jalan, khususnya truk bermuatan besar dan penyedia jasa transportasi, diminta menyesuaikan beban kendaraannya.

“Kami akan standby-kan flagman dari proyek, serta akan ada petugas dari Dishub dan kepolisian. Selain itu, rambu-rambu pengalihan juga akan dipasang,” tambahnya.

Masa pelaksanaan proyek penggantian Jembatan Lenggana dimulai sejak Mei 2025 hingga 3 Desember 2025. Namun, pihaknya menargetkan pekerjaan bisa rampung lebih cepat dari jadwal kontrak.

Alasan utama penggantian jembatan ini karena kondisi struktur lama sudah sangat rusak. Marhara menyebut, nilai kondisi Jembatan Lenggana berada dalam kategori rusak berat.

“Nilai kondisi Jembatan Lenggana ini memang sudah rusak, sudah rusak berat. Jadi kalau dilihat itu ada bagian jembatan namanya abutment itu sudah patah, sudah terguling makanya ini kalau dibiarkan terus nanti akan lepas,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)