BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berlangsung selama lebih dari satu pekan di MAN Kapuas.
Berbagai tanggapan pun muncul dari masyarakat sekitar. Sayangnya, tidak semua mendukung program ini, karena ada pihak yang merasa dirugikan.
Salah satunya penjual makanan di kantin MAN Kapuas. Mereka dan pedagang lainnya di kantin mengalami penurunan omzet sejak diterapkannya MBG di sekolah tersebut.
"Penjualan makanan menurun, karena siswa yang biasanya menyerbu kantin untuk makan siang, kini tidak lagi sebanyak sebelumnya sejak adanya MBG," ujar Idah, penjual makanan di kantin MAN Kapuas, kepada Borneonews, Kamis, 24 Juli 2025.
Borneonews pun melakukan pemantauan langsung suasana jam istirahat siang di kawasan kantin MAN Kapuas.
Dari pengamatan tersebut, terlihat bahwa para siswa yang baru saja menikmati makan siang dari program MBG, jumlahnya sangat terbatas dan dapat dihitung dengan jari.
"Alhamdulillah, uang jajan untuk belanja siang bisa saya tabung. Makan sudah terpenuhi di MBG, dan menunya pun berganti setiap hari serta bergizi," ujar Rizki, siswa kelas 11 MAN Kapuas.
Sebagai pihak yang merasa dirugikan, terutama para pedagang kantin yang mengandalkan profesi jualan sebagai mata pencaharian, mereka berharap adanya kebijakan dan solusi dari pemerintah terkait pelaksanaan MBG ini.
"Biasanya, saat jam istirahat, siswa ke sini untuk pesan minuman. Sedangkan makanan yang laku biasanya saat sarapan, dan itu pun sebagian sudah sarapan di rumah," tutup Idah. (SABRIANOOR/R)








