PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Lamandau akan meluncurkan kain tenun songket bermotif khas daerah sebagai salah satu produk unggulan hasil pengerjaan manual per bulan.

Motif-motif yang akan diperkenalkan antara lain rebung Lamandau, pinang Sekayu, daun lengkuas, bunga lucung, buah topah, timun masam, dan terong asam, yang seluruhnya mencerminkan kekayaan flora lokal Kabupaten Lamandau.

“Kain tenun songket ini dikerjakan secara manual, dan satu produksi bisa memakan waktu sebulan. Rencananya akan segera kami launching,” kata Ketua GOW Lamandau Helen Erawati Abdul Hamid, melalui Wakil Sekretaris Humas, Rellita Hanima Anggaini di pameran Rakorda IWAPI Kalteng di Palangka Raya, Kamis, 24 Juli 2025.

Selain kain tenun, GOW Lamandau membawa komoditas unggulan beras merah dan beras hitam sebanyak masing-masing 50 kilogram, yang dipasarkan perdana di ajang IWAPI. Produk beras hitam langsung habis diserbu pengunjung.

“Beras hitam baru datang langsung habis diserbu. Kami membawa 50 kilogram beras hitam,” ujar Rellita.

Tak hanya itu, GOW juga tengah mempersiapkan peluncuran produk kerajinan lain berupa kalung dan bros, yang kini masih dalam tahap persiapan produksi.

Ia menyampaikan untuk mendukung kegiatan ini, dilakukan persiapan selama dua hari sebelum keberangkatan dengan bantuan dari Dinas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Lamandau. (HERMAWAN DP/j)