BORNEONEWS, Pulang Pisau - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulang Pisau menyerahkan 1.000 buku bacaan bermutu dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) kepada 22 penerima untuk perpustakaan desa/kelurahan, Taman Baca Masyarakat (TBM), hingga perpustakaan rumah ibadah.
"Bantuan buku bacaan ini diharapkan dapat meningkatkan semangat literasi di kalangan masyarakat, khususnya anak-anak," kata Wakil Bupati (Wabup) Pulang Pisau Ahmad Jayadikarta di Pulang Pisau, Kamis, 24 Juli 2025.
Ia berharap buku bahan bacaan tersebut benar-benar dimanfaatkan dengan maksimal di desa/kelurahan maupun taman baca masyarakat.
Menurutnya, bantuan ini bukan hanya soal buku, tetapi tentang membuka akses informasi dan pengetahuan bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda.
"Sekarang minat baca anak-anak menurun akibat perkembangan teknologi digital, tetapi mudah-mudahan semua yang kita terima dari Perpustakaan Nasional ini bisa tetap bermanfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak," kata dia.
Dia mengatakan saat ini buku mungkin sudah dianggap kurang berarti oleh bagi sebagian anak muda karena sudah tergantikan dengan alat komunikasi, seperti ponsel yang bisa digunakan untuk berselancar guna mendapatkan berbagai informasi.
Namun ia menekankan bahwa nilai dari buku sebagai sumber ilmu tetap tidak tergantikan.
"Saya ingin mengingatkan pada momentum Hari Anak Nasional ini anak-anak muda harus tetap belajar dan mengingat kewajibannya, jangan sampai hanyut dalam kemajuan teknologi," ujarnya.
Lebih lanjut Jayadikarta mengaakan pentingnya pengawasan dan pendampingan terhadap anak-anak agar tidak terpapar konten negatif dari internet. Ia menyoroti maraknya anak-anak yang mengakses situs-situs yang tidak seharusnya melalui ponsel mereka.
"Jangan sampai anak-anak kita membuka situs-situs yang aneh atau tidak pantas di ponsel. Anak muda adalah harapan bangsa, mereka adalah generasi penerus kami yang sekarang mungkin sedang diberi amanah sebagai kepala daerah," katanya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Pulang Pisau Sopiyah mengatakan penyaluran buku bahan bacaan ini merupakan bagian dari program bantuan bahan bacaan bermutu yang digagas oleh Perpustakaan Nasional RI. Penyerahan dilakukan sebagai upaya konkret meningkatkan literasi masyarakat.
"Harapan kita bahan bacaan ini dapat meningkatkan minat membaca masyarakat," ujar Sopiyah.
Dia menyampaikan harapan agar buku-buku yang diterima tidak hanya sekadar disimpan, tetapi dimanfaatkan secara aktif oleh para pengelola perpustakaan dengan membuat program-program menarik. Inovasi ini penting agar masyarakat terdorong untuk mengunjungi perpustakaan.
"Kami meminta para pengelola perpustakaan desa maupun TBM dan perpustakaan rumah ibadah bisa memanfaatkan buku-buku tersebut dengan berbagai kegiatan inovatif sehingga masyarakat tertarik berkunjung dan semangat belajar bisa tumbuh," kata Sopiyah.









